Penanggulangan Malaria Tak Bisa Spontan

Penanggulangan Malaria Tak Bisa Spontan – Penanggulangan penyakit malaria yang disebabkan nyamuk anopheles tidak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan, namun harus lintas sektoral yakni melibatkan pemangku kepentingan lainnya. Pengamat kesehatan,...
Penanggulangan Malaria Tak Bisa Spontan – Penanggulangan penyakit malaria yang disebabkan nyamuk anopheles tidak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan, namun harus lintas sektoral yakni melibatkan pemangku kepentingan lainnya.

Pengamat kesehatan, dr Umar Zein, di Medan, Selasa, mengatakan, penangggulangan penyakit malaria tidak bisa hanya dilakukan secara spontan saja, namun seharusnya dilakukan terus menerus dengan melibatkan berbagai pihak.

“Penyakit malaria menyangkut masalah lingkungan yang tidak bisa diubah. Artinya setiap saat kita harus selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat yang memungkinkan berkembangnya nyamuk penyebab malaria tersebut,” katanya menanggapi merebaknya malaria di Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Menurut dia, penanggulangan malaria yang terjadi di kecamatan tersebut, Dinkes harus melakukan penyediaan obat-obatan, kelambu, rumah sakit dan juga puskesmas.

Untuk lebih meningkatkan penanggulangan malaria ini, menurut dia, harus ada program yang terstruktur dan terkoordinasi. Artinya, Dinas Kesehatan harus melakukan koordinasi dengan lintas sektor lainnya.

“Ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus terkoordinasi,” katanya.

Kepala Seksi Penanggulangan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Sumut, pihaknya sudah menurunkan tim surveilanse terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut.

“Kita sudah menurunkan tim ke desa tersebut sejak Kamis (5/5) guna menindaklanjuti banyaknya warga di desa tersebut yang diduga terserang malaria,” katanya.

Saat ditanya kategori KLB ia mengatakan,  tingkat kasus malaria dua kali lipat dibanding dengan bulan sebelumnya, selain kategori-kategori lainnya.

“Makanya tim kita turun ke sana untuk melakukan pemeriksaan. Soal berapa jumlah penderita malaria disana pada bulan sebelumnya, saya belum dapat informasi dari tim,” katanya.

Ia juga mengatakan, tim yang diturunkan ke desa tersebut sudah melakukan penanganan seperti pemeriksaan kembali darah untuk memastikan apakah benar positif atau hanya demam biasa.

“Malaria positif juga disertai demam. Ini dari segi klinis. Untuk itu perlu pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan darah,” katanya.

Sebelumnya pada Bulan Mei 2011 selama tiga hari, 700 warga terdeteksi secara klinis dan sebanyak 91 warga di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal dinyatakan positif mengidap penyakit malaria. berbagai sumber : SehatNews, infokesehatan.org